Senin, 05 September 2011

HANYA DEKAT ALLAH AKU TENANG

Mazmur 62:6-9

Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari-Nyalah keselamatanku (Mzm 62:2)

Di dalam hidup ini kita membutuhkan kenyamanan. Kenyamanan ini tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan material, tetapi juga emosional dan spiritual. Materi saja tidak cukup memberi ketentraman hati. Ada orang kaya raya, tetapi hidupnya selalu gelisah. Makan tak selera, tidurpun tak nyenyak. Namun, ada orang yang sangat sederhana, tetapi hidupnya lebih tenang. Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi?

Daud adalah seorang beriman yang sering mengungkapkan imannya melalui mazmurnya. Kedekatannya dengan Tuhan nyata dalam ungkapannya “hanya dekat dengan Allah saja aku tenang” (Mzm 62:2). Ketenangan Daud bukan karena ia memiliki banyak materi atau kekayaan. Ketenangan ini dialaminya baik ketika ia hanya seorang gembala maupun ia menjadi raja. Mengapa ia dapat merasa begitu tenang? Karena Daud merasa dekat dengan Allah. Karena itu, walau ia menghadapi tantangan dan persoalan yang mengancam hidupnya, ia tetap tenang. Dimanapun ia berada ia merasa dekat dengan Allah, dan hal ini membuatnya tenang.

Orang beriman yang hidupnya dekat dengan Allah dapat merasa tenang seperti yang dialami Daud. Nah, bukankah kedekatan dengan Allah ini berarti juga Daud selalu berada dalam doa? Apakah kita juga selalu merasa tenang dan aman? Karena apa? Bukankah kita semua merindukan hidup yang tenang dan tentram? Mari alami ketenangan itu dalam kedekatan kita dengan Allah melalui doa


NEXT : MENYERAHKAN KEKHAWATIRAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar